Sabtu, 14 Januari 2012

Ki Combong Alit


Jika Anda pergi ke Pasar Kotagede Yogyakarta, datanglah pada setiap hari pasaran Legi ke sisi timur pasar. Di situ pasar Kotagede, karena hari pasaran, kita banyak menemukan pedagang yang hanya datang pada setiap hari pasaran. Banyak yang dijual pada setiap hari pasaran, mulai dari pakaian, peralatan rumah tangga, elektronik, hape, alat bengkel rumah tangga, lampu, ayam, burung, batu mulia dan sebagainya. Pada jaman sekarang pasar tradisional buka setiap hari namun tidak seramai pada hari pasaran.



Pada jaman dulu pasar tradisional hanya buka pada hari-hari tertentu saja, yaitu hari menurut penanggalan Jawa.  
Hari menurut penanggalan Jawa adalah Legi, Paing, Pon, Wage dan Kliwon. Misalnya dulu pasar Kotagede hanya buka pada hari Legi, pasar Sleman pada hari Paing, pasar Godean pada hari Pon, pasar Wates pada hari Wage, dan pasar Muntilan pada hari  Kliwon. Namun sekarang pasar tradisional tetap buka setiap hari, namun pada hari pasaran tertentu jumlah pedagang dan jenis dagangan yang lebih variatif dari hari biasanya. Biasanya penjual dadakan yang datang setiap hari pasaran ini menempati lapak di luar area pasar tradisional. Sudah barang tentu pada hari pasaran ini jumlah pengunjung dan pembeli lebih banyak dibandingkan hari biasa.

Begitu pula pada setiap hari pasaran Legi, sisi timur pasar Kotagede lebih ramai dari biasanya. Bahkan penuh sesak. Di sana kita akan menemukan salah seorang pedagang dengan pakaian yang berbeda dengan pedagang lainnya. Pakaian serba hitam, berjenggot dan seraut wajahnya menyiratkan kalau sudah memasuki usia senja. Dialah Ki Cobong Alit yang membuka lapak batu mulia dan batu akik..  


Ki Cobong Alit yang memiliki nama asli Margono Iswahyudi sudah 52 tahun menjalani profesinya sebagai penjual akik. Pria berumur 64 tahun ini sejak usia 12 tahun sudah mulai menjual akik dengan cara menjajakan dari kampung ke kampung dengan membawa akik di pusat keramaian dusun/desa. Pria asli Ponorogo ini ketika ditanya kapan mulai mengadu peruntungan di Yogya, dia hanya menjawab ketika THR (Taman Hiburan Rakyat) masih ada kuburannya. THR yang terletak di Jl. Brigjen Katamso sekarang menjadi Pura Wisata. Kira-kira kedatangannya saat terminal bis masih ada di kawasan itu.




Sebagai pedagang batu mulia dan akik, Margono alias Ki Cobong Alit berjualan berpindah-pindah menyesuaikan hari pasaran pasar tradisional. Jadwalnya Pon di Pasar Godean, Wage di Pasar Wates, Kliwon di pasar Muntilan, Legi di pasar Kotagede. Hari Paing Margono libur tidak berjualan. Jika kantor atau pegawai libur pada umumnya di hari Sabtu dan atau Minggu, sedangkan Ki Cobong Alit libur di hari Paing.

Ketika ditanya berapa omset per harinya, Ki Cobong Alit tidak menjelaskan secara rinci. Namun setelah didesak dia menjawab minimal  setiap hari rata-rata bisa membawa pulang keuntungan  sebesar Rp. 100.000. Lumayan juga ya? Lapaknya memang sering terlihat ramai, hal ini tidak terlepas dari sikapnya yang mau menjawab setiap pertanyaan apa pun seputar batu mulia dan akik dari orang yang datang walaupun tidak membeli sekali pun. Setiap pertanyaan dijawab dengan lugas tanpa kesan sombong. Tapi dari sikap itulah justru rejeki akan datang.

Ki Cobong Alit memiliki 6 orang anak, 4 laki-laki 2 perempuan, namun tidak ada satu pun anaknya yang meneruskan profesi ayahnya. Ada seorang anaknya yang menjadi penari balet Ramayana di Candi Prambanan. Hal ini nampaknya cukup membanggakan dirinya, karena ternyata dia dulu juga seorang pemain wayang orang. Saya tanya “Wah dulu berarti jadi ksatria dong mbah?” Soalnya khan wajahnya juga lumayan gitu, paling tidak ketika muda dulu. “Ndak saya dikasih peran buto atau cakil sama sutradaranya… tapi malah cepet selesai karena khan biasanya peran ini kalah perang tanding sehingga cepat pulang, dan besok paginya bisa jualan”.





Salah satu mata dagangan yang menjadi ikonnya adalah Mani Gajah. Nanti mengenai hal ini akan dikupas tersendiri. Di samping itu memiliki pirus persia gambar ayam tarung yang akan dilepas jika dimaharkan sebesar Rp. 25 juta. Namun demikian tidak semua barang dagangan Ki Cobong Alit dipatok harga yang tinggi. Jangan khawatir jika Anda datang ke Pasar Kotagede pada hari Legi dan membawa uang pas-pasan tetap bisa membawa pulang batu akik dari Margono alias Ki Cobong Alit.

0 komentar: