Fauzi Eko Pranyono
DESAH
(saatnya sekarang kita kembali lagi)
dunia,
telah kulihat
gadis bertelanjang dada
nampakkan
gairahnya.
oh, wanita tua penunggu simpang jalan
tanganmu terlalu kaku memainkan hakpen
memintal kerudung dada
sayang, matahari telah lewat ke barat
(saatnya sekarang kita pulang, membawa mata kedamaian baru?)
burung-burung sore
telah berderet menanti malam,
angin sore
menelusup ke dadaku
terlambat.
syyaaaaaaaahhhh!!!
Magelang, Mei 1980
0 komentar:
Poskan Komentar